Senin, 03 Januari 2011

Komunikasi Politik : Media Komunikasi politik

Posisi Media
MC Luhan “Medium is the extension of man” (media adalah sesungguhnya perpanjangan instrument indra manusia). Media ditempatkan sebagai alat untuk sarana akses informasi apapun dalam lingkunganmasyarakat, termasuk politik. “Medium is the message” (media adalah pesan itu sendiri). Dalam konteks politik yang dapat mempengaruhi khalayak, bukan hanya apa yang dikatakan media, tetapi media apa yang digunakan juga mempengaruhi keefektifan komunikasi politik.
Jenis Media
• Media Massa Tradisional
Lebih mengutamakan komunikasi antar pribadi dengan model komunikasi dialogis atau reciprocal communication (komunikasi timbal balik).kedekatan dengan khalayak dilakukan secara psikologis dalam konteks komunikasi secara langsung.
• Media Massa Modern
Lebih mengutamakan teknologi komunikasi untuk memperluas jangkauan pesan dan pembentukan citra aktor politik meski tanpa komunikasi secara langsung.
• Cyber-media
Karakteristik Media
• Media Massa Tradisional
 Berhadapan pada sejumlah besar orang pada waktu tertentu dan lokasi tertentu.
 Lebih dekat secara psikologis dengan khalayak untuk membangun loyalitas politik.
 Lebih murah secara ekonomis dalam pembiayaan.
 Lebih mengakomodasi budaya lokal yang ada.
 Pesan politik yang disampaikan lebih komperhensif (utuh).
 Lebih mampu saling mengenal antara khalayak dengan aktor politik karena bisa berkomunikasi secara langsung.
• Media Massa Modern
 Mampu menjangkau khalayak secara cepat dan luas.
 Pesan politik mudah direkayasa untuk membujuk khalayak (tidak ada feedback).
 Pesan politik cukup singkat dan tidak berkepanjangan.
 Bisa mengikuti trend kemajuan dan pola pikir khalayak
 Dapat dilakukan continue malalui terpaan media, sehingga mempengaruhi khalayak.

Fungsi Media
• Fungsi Informasi. Media dijadikan sarana diseminasi informasi yang terkait dengan politik dengan kekuasaan, serta sosialisasi politik.
• Fungsi Edukasi. Media dijadikan sebagai sarana pendidikan politik melalui pesan-pesan politik yang disampaikan media.
• Fungsi Korelasi. Media dijadikan penghubung antara aktor politik dan khalayak melalui isi media yang berkaitan dengan aktivitas aktor poltik.
• Fungsi Kontrol Sosial. Media sebagai agen kritik atau koreksi terhadap aktor politik atau kegiatan politik.
• Fungsi Pembentukan Opini Publik berkaitan dengan Persoalan Politik.

Peran Media
• Membantu pembentukan memori publik melalui penyampaian informasi yang menambah pengetahuan masyarakat.
• Membantu menyusun agenda kehidupan yang berhubungan dengan politik dan kepentingan umum.
• Membantu berhubungan dengan kelompok diluar dirinya (media menjadi mediasi antara aktor politik dengan aktor politik lainnya). Media dalam hal ini menjadi fasilitator.
• Membantu menyosialisasikan pribadi seseorang, termasuk nilai-nilai yang diajarkan oleh orang tersebut.
• Membujuk khalayak untuk menemukan kelebihan dari pesan-pesan politik yang diterima.

Kompetensi yang harus dimiliki aktor politik dalam media
• Mampu membuat dirinya menjadi news maker di dalam media.
• Mampu merespon peristiwa atau kejadian di tengah masyarakat secara langsung, oleh karena itu harus melek media.
• Mampu membangun media relation yang baik dengan wartawan atau redaktur media sebagai komunikator politik yang professional.
Ketiga kompetensi tersebut dapat dilihat dari kinerja aktor politik.

Sumber : Bahan Kuliah Mata Kuliah Komunikasi Politik FISIP Universitas Diponegoro Semarang

2 komentar:

  1. KUnjungan balik ya eehehehehe

    BalasHapus
  2. kita juga punya nih artikel mengenai media komunikasi, silahkan dikunjungi dan dibaca untuk menambah wawasan, berikut linknya
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/2571/1/164.pdf
    trimakasih

    BalasHapus