Senin, 10 Januari 2011

Komunikasi Kelompok : Kepemimpinan Dalam Kelompok

Ada banyak upaya untuk merumuskan konsep kepemimpinan, diantaranya:
  1. “proses pengaruh sosial, dimana seseorang dapat menyatukan dan seluruh bantuan dan dukungan dari pihak lain untuk mencapai tujuan bersama” Chemers, M. M. (2002)
  2. “utamanya adalah menciptakan suatu cara dimana orang lain dapat berkontribusi untuk membuat seseuatu yang luar biasa dapat terjadi” Kouzes, J., and Posner, B. (2007)
  3. ”kemampuan untuk secara efektif mengintegrasikan dan memaksimalkan sumber-sumber yang tersedia, baik dari dalam ataupun dari luar kelompok, untuk pencapaian tujuan bersama” Ogbonnia, K.S. (2007)
  4. “leadership is about capacity:
  • the capacity of leaders to listen and observe,
  • to use their expertise as a starting point to encourage dialogue between all levels of decision-making,
  • to establish processes and transparency in decision-making,
  • to articulate their own values and visions clearly but not impose them” (Ann Marie E. McSwain)
Morreale et.al (2004) memberikan pendapat yang berbeda:
“Kepemimpinan adalah proses komunikasi yang menolong kelompok mengorganisasikan dirinya sendiri untuk mencapai tujuan yang diharapkan”
Ada dua hal yang terkandung dalam definisi ini:
  • Kepemimpinan adalah proses komunikasi. Pertanyaan berubah dari “Seperti apa seorang pemimpin” menjadi “Apa yang dilakukan seorang pemimpin”
  • Istilah pemimpinan dan kepemimpinan adalah 2 hal yang berbeda. Proses komunikasi dan individu.
TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN
Trait Theory (Teori Sifat). Teori kepemimpinan yang sangat popular dan cukup tua. Berasumsi bahwa kepemimpinan berakar pada karakteristik yang dimiliki individu “leaders were born, not developed”. Relasi yang signifikan antara kepemimpinan dan sifat2 berikut:
    • intelligence (inteligensia)
    • adjustment (peyesuaian/diri)
    • extraversion (ekpresif dan outgoing)
    • conscientiousness (melakukan apa yang diharapkan)
    • openness to experience
    • general self-efficacy (keefektivan/ potensi diri)
    Functional Theory (Teori Fungsional). Tugas utama leader adalah melihat apa yang penting untuk       memenuhi  kebutuhan kelompok.   Pendekatan yang lebih membantu untuk upaya meningkatkan      keefektivan pemimpin. Melihat 2 kategori perilaku dalam kepemimpinan :
    • Kepemimpinan Tugas (Task Leadership). Peran pemimpin untuk bertanggung jawab untuk membuat kelompok terus bergerak mencapai sasaran kelompok. Diantaranya meliputi: Initiating, Coordinating, Summarising, Elaborating
    • Kepemimpinan Proses (Process Leadership). Peran pemimpin untuk bertanggung jawab membangun dan memelihara hubungan interpersonal dan memfasilitasi iklim yang memuaskan kelompok. Peran fasilitator komunikasi dalam kelompok. Dapat berupa: Tension Release, Gatekeeping, Encouraging, Mediating.
    Gaya Kepemimpinan. Disebut juga dengan Teori Situasional (Situational Theory). Ada 3 gaya     kepemimpinan yang umum dikenali:
      • Authoritarian. Semua kebijakan kelompok dilakukan oleh pemimpin. Pemimpin mendikte teknik dan aktivitas dalam suatu waktu tertentu, sehingga ketidakpastian dalam kelompok tinggi. Pemimpin menentukan tugas dan tim kerja tertentu kepada anggota. Pemimpin menjaga jarak kepada anggota, dan cenderung secara personal dalam memuji atau mengkritisi anggota
      • Democratic. Semua kebijakan didiskusikan dan diputuskan dalam kelompok, yang difasilitasi oleh pemimpin. Rancangan aktivitas didapatkan dalam diskusi. Anggota kelompok bebas untuk bekerja dengan anggota tim yang lain, pembagian tugas diserahkan kepada kelompok. Pemimpin bersifat objektif dalam memuji dan mengkritisi, dan lebih menempatkan diri seperti anggota kelompok lainnya, dengan perbedaan tugas
      • Laissez-faire. Kebebasan penuh dalam kelompok untuk keputusan individu, partisipasi pemimpin yang minim. Pemimpin menyediakan berbagai materi untuk diskusi kelompok, namun tidak turut dalam mengambil keputusan.Pemimpin jarang memberi komentar dan tidak ada usaha untuk mengendalikan diskusi kelompok.
      PEMIKIRAN KRITIS TENTANG KEPEMIMPINAN (Noam Chomsky)
      “people withdraw their responsibility to think and will actions for themselves
      conventional view of leadership is rather satisfying to people who "want to be told what to do",
      one should question why they are being subjected to a will or intellect other than their own if the leader is not a Subject Matter Expert (SME)”

      Sumber : Bahan Kuliah Mata Kuliah Komunikasi Kelompok FISIP Universitas Diponegoro Semarang (Dosen : S Rouli Manalu, S.Sos, MA)

      Tidak ada komentar:

      Posting Komentar