Senin, 10 Januari 2011

Komunikasi Kelompok : Konflik Dalam Kelompok

APAKAH KONFLIK ITU?
Folger dan Poole (1984) mendefinisikan konflik sebagai: “Interaksi antara orangorang yang interdependen yang mengalami ketidaksesuaian tujuan dan gangguan dari sesame mereka dalam mencapai tujuan tersebut”. Bedasarkan definisi diatas, konflik terjadi apabila:
1.Ketika anggota kelompok memiliki kebebasan dan kesempatan untuk memilih, namun satu atau lebih anggota kelompok menginginkan sesuatu yang berbeda
2.Ketika individu atau kelompok individu dalam kelompok saling menghalangi tercapainya tujuan yang diinginkan dalam kelompok
3.Perbedaan ini dapat menyangkut tugas ataupun relasi interpersonal dalam kelompok.

KONSEP YANG SALAH TENTANG KONFLIK
1.Dalam interaksi kelompok, konflik harus dihindari dengan cara apapun
2.Semua konflik disebabkan oleh karena anggota kelompok tidak saling mengerti satu sama lain
3.Semua konflik dapat diatasi

TIPE-TIPE KONFLIK
Miller dan Steinberg menyebutkan tiga tipe konflik :
1.PSEUDO CONFLICT
a.Konflik yang terjadi akibat anggota kelompok mengalami kesalahpahaman satu sama lain
b.Anggota kelompok mempersepsikan perbedaan pendirian mereka yang sebenarnya hanya berasal dari kesalahan dalam memaknai maksud anggota lain
c.Cara mengatasi: meminta klarifikasi, mendorong ilkim yang lebih suportif, menerapkan prinsip active listening (stop, look, listen, question paraphrase content, paraphrase feeling)
2.SIMPLE CONFLICT
a.Konflik yang terjadi ketika anggota kelompok tidak bersepakat tentang suatu isu
b.Kedua belah pihak yang berbeda dalam kelompok sadar akan keinginan pihak lain, namun tidak ada satupun dapat mencapai tujuannya tanpa menghalangi pihak lain
c.Cara mengatasi: tetap berfokus persoalan bukan pada personal; gunakan fakta daripada opini; usahakan mencapai kompromi jika memungkinkan, temukan areal kesepakatan
3.EGO CONFLICT
a.Konflik yang terjadi jika individu menjadi defensif akan posisi mereka, karena merasa sedang diserang secara personal.
b.Konflik jenis ini sering sekali diikuti dengan reaksi emosional
c.Cara mengatasi: memberikan kesempatan kepada pihak yang berkonflik untuk mengekpresikan pendapat mereka tapi tidak untuk menyerang pribadi, fokuskan masalah pada isu, evaluative dari pada judgemental, agree to disagree

CONFLICT MANAGEMENT
Ruble dan Thomas (1976) menjelaskan suatu pendekatan dengan membedakan adanya dua dimensi konflik
1.Assertiveness
perilaku yang ditujukan untuk memuaskan keinginan/ keprihatinan seseorang
2.Cooperativeness
perilaku yang ditujukan untuk memuaskan keinginan/ keprihatinan orang lain
Kombinasi dari kedua dimensi tsb melahirkan lima tipe
pendekatan dalam mengelola konflik
1.Competitive Style => Assertiveness tinggi, cooperativeness rendah, kompetitor yang tangguh yang ingin mengalahkan pihak lain (fight orentiation)
2.Accommodative Style => Assertiveness rendah, cooperativeness tinggi, pendukung yang easygoing dan supportive
3.Avoiding Style => Assertiveness rendah, cooperativeness rendah, low-profile, isolate group
4.Collaborative Style => Assertiveness tinggi, cooperativeness tinggi, Active, integrative problem solver
5.Compromising Style => Assertiveness sedang, cooperativeness sedang, give-up-something – to-keepsomething
Tiga pendekatan umum pengelolaan konflik dari Putnam dan Wilson :
1.Nonconfrontional - menghindari konflik sedapat mungkin dengan cara tidak berespon sama sekali atau dengan mudah segera mengubah pendirian mereka dan setuju dengan orang lain.
2.Controlling - menggunakan pendekatan menang-kalah dalam menyelesaikan konflik. Pendekatan ini akan mendatangkan masalah apabila seseorang ingin melakukan kontrol kepada orang lain tanpa memeperhatikan kebutuhan mereka.
3.Co operative pendekatan yang lebih menekankan pada pencarian solusi pada masalah daripada melihat konflik sebagai permainan yang memiliki pihak yang menang atau kalah
Beberapa Prinsip Co-operative Conflict Management
1.Pisahkan aspek masalah dan aspek personal
2.Fokus pada kepentingan bersama
3.Temukan opsi sebanyak mungkin untuk menyelesaikan masalah
4.Dasarkan pengambilan keputusan pada kriteria yang objektif

REFERENSI
Beebe, Steven A, Materson, John T (1994) Communicating in Small Groups, Principles and Practices, 7th edition. Boston: Harper College Publisher
Ruben, Brent D; Stewarrt, Lea P (1998) Communication and Human Behavior, 4th edition. Boston: Allyn & Bacon,.
Adler, Ronald B. Elmhory, Jeane Marquardt (1996) Communicating At Work, Principles and Practices for Business and The Professions, New York: The McGraw – Hill

Sumber : Bahan Kuliah Mata Kuliah Komunikasi Kelompok FISIP Universitas Diponegoro Semarang (Dosen : S Rouli Manalu, S.Sos, MA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar