Minggu, 25 Oktober 2009

PENGANTAR ILMU EKONOMI ( Part 1 )

KEBUTUHAN MANUSIA

  1. KEBUTUHAN HIDUP POKOK
  2. KEBUTUHAN SOSIO BUDAYA
  3. KEBUTUHAN INDIVIDU DAN BERSAMA
  4. KEBUTUHAN SEKARANG DAN MASA DEPAN

Kebutuhan Manusia

Keinginan yang timbul pada diri manusia dan masyarakat dalam bentuk tuntutan untuk memperoleh pemenuhannya.

Semua kegiatan manusia dan mayarakat akan selau bertolak dari adanya kebutuhan yang hendak dipenuhi atau dipuaskan.

Kebutuhan ekonomi pada dasarnya mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :

1. Berbeda-beda bagi masing-masing orang, golongan, suku dan masyarakat;

2. Tidak sama disepanjang waktu dan generasi;

3. Berkembang dalam jumlah dan kualitasnya; dan

4. Dan dapat saling melengkapi ataupun saling berlawanan.

Menurut kepentingannya

kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi, misalnya makan, minum, dan rumah.

Menurut sifatnya, kebutuhan itu dapat dibedakan: kebutuhan jasmani disebut juga kebutuhan materiil, misalnya rokok, perabot rumah tangga dan perhiasan.

Kebutuhan rokhani disebut juga kebutuhan Spiritual, misalnya Agama

Menurut tujuannya, kebutuhan itu dapat dibedakan Kebutuhan sosial misalnya pertamanan, Interaksi dengan lingkungan dan Kebutuhan individual misalnya mandi, sekolah, dan rekreasi.

Menurut waktunya, kebutuhan itu dapat dibedakan kebutuhan masa kini misalnya buku-buku pelajaran bagi para pelajar dan kebutuhan masa depan misalnya rumah setelah kawin, pekerjaan bagi para pelajar yang telah lulus.

PERSOALAN EKONOMI DALAM MASYARAKAT

  1. BARANG APA
  2. DENGAN CARA BAGAIMANA
  3. UNTUK SIAPAKAH
  4. KESEMPATAN KERJA
  5. STABILITAS KEAMANAN
  6. SISTEM EKONOMI

GELOMBANG KONJUNGTUR

Pasang surut kegiatan ekonomi nasional

Gejala naik turunnya kegiatan ekonomi (Produksi, Perdagangan, Investasi, Konsumsi, Tingkat harga, kesempatan kerja dsb)

EKSPANSI, RESESI. DEPRESI DAN RECOVERY

1.Tahap ekspansi (Prosperity)

1. Kegiatan ekonomi dalam pertumbuhan yg cepat

2. Masa Boom atau Hausse

3. Produsen bekerja dengan kapasitas penuh

4. Investasi tinggi

5. Tingkat gaji/upah naik

6. Kredit keuangan bertambah

7. Pengangguran berkurang

2.Tahap Resesi (Kelesuan)

1. Industri Stagnan

2. Investasi tetap

3. Penjulan tidak bertambah

4. Kenaikan biaya produksi

5. Tuntutan untuk menaikkan gaji/upah

6. Pengangguran mulai bertambah

3. Tahap Depresi (Kemorosotan)

1. Banyak perusahaan Tutup

2. Investasi rendah

3. Pendapatan masyarakat berkurang

4. Permintaan Thd barang/jasa berkurang

5. Pengangguran bertambah

6. (Konjungtur Rendah/Baisse

4. Tahap Recovery/Pemulihan

1. Penemuan teknologi

2. Mulai ada Investasi

3. Penjulan bertambah

4. Harga- mulai menunjukkan peningkatan

Gelombang konjungtur terjadi karena Interaksi

Originating Force (Starter)

Perubahan situasi ekonomi yg cukup kuat untuk menimbulkan/memancing suatu reaksi dari masyarakat khususnya dunia bisnis

Mis: Penemuan teknologi baru

Reaksi/Responce

Tanggapan dunia bisnis, perbankan, masyarakat terhadap perubahan

Mis : PerubahanVolume produksi, Investasi Tingkat harga bunga Gaji

Gelombang konjungtur terjadi sekitar 3-4 tahun ( pendek ).

Gelombang konjungtur terjadi sekitar 8- 10 tahun ( tengah ).

Gelombang konjungtur terjadi sekitar 15-50 tahun ( panjang ).

PENGERTIAN UANG

Uang adalah segala sesuatu yang umum diterima dalam pembayaran barang-barang

(Robertson dalam Money)

Uang adalah segala sesuatu yang umum diterima sebagai pembayar hutang

(R.S. Sayers dalam Modern Banking)

Uang adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai alat penukar

(A.C. Pigou Dalam The Veil Of Money)

Uang adalah

segala sesuatu yg umum diterima sebagai alat penukar dan sebagai alat pengukur nilai dan sebagai penimbun kekayaan

Tiga Fungsi Uang

  1. Sebagai alat penukar (Medium of Change)
  2. Sebagai Pengukur Nilai (Standard of value)
  3. Sebagai penimbun kekayaan (Store of value)

Alasan orang menyimpan Uang (JM Keynes)

  1. Transaction motive
  2. Precauntionary motive
  3. Speculative motive

Jenis Uang

  1. Full Bodied money
  2. Token money
  3. Uang kertas
  4. Uang giral
  5. Near money

1. Full Bodied Money

Perubahan dari commodity money ke metallic money (Emas, Perak) uang penuh

Pada Zaman kerajaan

Logam mulia dijadikan alat penukar

  1. Logam mulia mempunyai nila yg cukup tinggi
  2. Logam mulia dapat dibagi menjadi kesatuan kecil dengan tidak mengurangi nilai keseluruhan
  3. Satu logam mulia yg sama beratnya mempunyai nilai yg sama
  4. Logam mulia tidak mudah rusak
  5. Harga logam mulai relative stabil
  6. Mudah dapat dipindahkan

Full Bodied Money

Nilai Materinya sama dengan nilai nominalnya

Dua Syarat FBM

Ada Kebebasan masing-masing orang untuk menempa mata uang, melebur menjual dan memakainya

Tiap orang mempunyai hak yg tidak terbatas dalam menyimpan uang

Jika Nilai materi/intrinsik mata uang lebih tinggi dari nilai nominal maka cenderung melebur mata uang menjadi logam mulia

Berakibat berkurangnya jumlah uang yg beredar

Dampaknya berkurangnya/turunnya harga logam

2. Token money

  • Mata uang yg nilai nominalnya lebih tinggi dari nilai intrinsiknya
  • George N Halm; Uang yg tidak bernilai penuh
  • Uang kertas, Logam (timah. Nikkel, Platina)
  • Perbedaan FBM dengan Token Money
  • TM Dibuat badan tertentu Bank sentral/ Mudah dihitung jumlahnya
  • FBM Menjadi hak setiap orang/ Sulit dihitung

3. Uang kertas/Folding Money

Ongkos pembuatannya murah

Mudah dibawa

Negara lebih mudah untuk mencetak uang ongkosnya murah

Dekking

Emas 40%(2 1/2 kali) dari jumlah uang yg beredar

Sekarang tidak kita jumpai Dekking hanya sebagai tanda/ dilewati

4. Uang Giral/Bank deposit money

  • Hutang suatu Bank kepada seseorang/ perusahaan yg dapat sewaktu waktu diambil dengan cheque.giro
  • Cheque adalah Surat perintah membayar yg ditulis pada pemegang
  • Giro surat perintah membayar dengan memindah bukukan atas nama seseorang atau suatu badan hukum
  • Bukan alat pembayar yg syah

5. Near Money

  • Time deposit money
  • Simpanan berjangka dari seseorang pada sebuah Bank (1,3,6 bulan 1 tahun)

STRETEGI MENGATASI INFLASI

KEBIJAKAN MONETER

  1. POLITIK DISKONTO
  2. POLITIK PASAR TERBUKA
  3. MENAIKKAN CASH RATIO

KEBIJAKAN FISKAL

  1. PENURUNAN PENGELUARAN PEMERINTAH
  2. KEBIJAKAN FISKAL
  3. PINJAMAN PAKSAAN

KEBIJAKAN NON MONETER

  1. MENAIKKAN HASIL PRODUKSI
  2. KEBIJAKAN UPAH
  3. PENGAWASAN HARGA DAN DISTRIBUSI BARANG

A. Kebijakan Moneter

Berhubungan dengan Politik Bank sentral

Untuk menyempitkan pemberian kredit

Mengurangi pengeluaran masyarakat

1. Politik diskonto

§ Menaikkan suku bunga

§ Nasabah tertarik untuk menyimpan dana di Lembaga Keuangan/Bank

2. Politik pasar Terbuka/Open market operation/Tight Money Policy

Menjual surat berharga Kepada lembaga keuangan/Masy

Berkurangnya Uang di lembaga keuangan

Pemberian kredit berkurang

Permintaan barang berkurang

Turunnya harga

3. Menaikkan Cash ratio

Perbandingan antara Uang tunai Bank + Demand deposit di bank sentral (Simpanan)
Terhadap demand deposit/simpanan pada bank bersangkutan

Cash ratio ditetapkan 20% (1/5.)
Jumlah Dana Bank (Uang tunai Bank + Demand deposit di bank sentral (Simpanan) Sejumlah 28Juta
Simpanan masyarakat 100 juta
Simpanan Bank = 28 Juta
20% x 100 Juta = 20 Juta
___________
Kemampuan Kredit= 8 juta

Cash ratio ditetapkan 25% (1/4.)
Jumlah Dana Bank (Uang tunai Bank + Demand deposit di bank sentral (Simpanan) Sejumlah 28Juta
Simpanan masyarakat 100 juta
Simpanan Bank = 28 Juta
25% x 100 Juta = 25 Juta
___________
Kemampuan Kredit= 3juta

B. Kebijakan Fiskal

1. Penurunan pengeluaran pemerintah

o Penurunan Pengeluaran pemerintah./ Swasta

o (Kebijakan untuk melakukan pembelian/pengadaan barang)

o Efisensi pengadaan barang

o Proses lelang

o Pengurangan sektor pertahanan

o Pengadaan/pembelian peralatan tempur/perang

2. Kebijakan Fiskal

  • Menaikkan pajak(PBB, Kendaraan bermotor, Penghasilan)
  • Menambah jenis pajak (Gol III NPWP pribadi. Pajak tanaman produktif)
  • Penghasilan berkurang
  • Sebagian dibayarakan berupa pajak
  • Pembelian berkurang

3. Pinjaman Paksaan/Deferred pay oleh Keynes

Sebagian gaji pegawai/buruh dipotong menjadi pinjaman pemerintah

selama waktu tertentu

Pemerintah Yunani tahun 1923

uang yg beredar digunting menjadi dua

Sebagian yg beredar diakui setengah dari nilai nominal yg tertera dalam uang

Sebagian yg lagi ditukarkan ke Bank sentral menjadi pinjaman negara

Indonesia

Gunting safrudin -> menteri keuangan Safrudin Prawiranegara

Sebagian tetap beredar dengan harga setengah sebagian merupakan pinjaman pemerintah

Membekukan sebagian simpanan swasta di Bank

Sebagian menjadi pinjaman pemerintah

Tahun 1959 Simpanan diatas 25 ribu menjadi pinjaman pemerintah/dibekukan

Belgia/Belanda/Perancis.

C. Kebijakan Non Moneter

1. Penaikkan Hasil Produksi

  • Kenaikkan jumlah barang yg diperdagangkan tidak seimbang dengan banyaknya uang yg beredar
  • Full Capacity
  • Pemberian bantuan subsidi yg sangat sensitive terhadap inflasi)
  • (Barang terbatas/beras, terigu yg sangat dibutuhkan masyarakat)
  • Menaikkan jam kerja buruh
  • Pengembangan teknologi
  • Import untuk menekan harga

2.Kebijakan Upah

  • Gaji distabilkan
  • Tidak Menaikkan Gaji
  • Kebijakan ini akan berhasil tidak ada tuntutan kenaikan gaji
  • Dimungkinkan terjadi spiral inflasi

3. Pengawasan harga dan distribusi barang

Adanya sangsi yg berat

Operasi pasar

Black market

Pengertian Pasar

Proses dimana penjual dan pembeli saling berinteraksi untuk menentukan dan menetapkan harga

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA. PASAR MONOPOLI. OLIGOPOLI. PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIK

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA

  1. Banyak penjual dan banyak pembeli
  2. Barang yg diperjual belikan homogen
  3. Sumber produksi bebas bergerak kearah manapun
  4. Kebebasan untuk mendirikan dan membubarkan perusahaan
  5. Pembeli dan penjual mengetahui satu sama lain dan mengetahui barang yg diperjual belikan

PASAR MONOPOPLI

  • Penentu Harga
  • Satu penjual

PASAR MONOPSONI

  • Penentu Harga
  • Satu pembeli

PASAR OLIGOPOLI

  • Penjual.produsen yg saling bersaingan
  • Tiap penjual mempunyai pengaruh terhadap harga barang yg dijual

PASAR OLIGOPSONI

  • Pembeli yg saling bersaingan
  • Tiap pembeli mempunyai pengaruh terhadap harga barang yg dijual

PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIK

  1. Penjual.produsen cukup banyak namun tidak sebanyak pada pasar persaingan sempurna
  2. Masing-masing perusahaan masih dapat mempengaruhi harga walaupun tidak besar
  3. Barang yang diperjual belikan tidak homogen benar melainkan ada perbedaan dalam merk, warna, mutu, ukuran

KONSEP PASAR

Pasar Persaingan Sempurna

1) Terdapat Banyak Penjual

(pembeli maupun Penjual secara sendiri-sendiri tdk mampu

mempengaruhi harga kecuali dilakukan secara bersama-sama)

2) Barang yg diperjual belikan homogen menurut anggapan konsumen

(Konsumen tdk dapat membedakan barang satu dengan lainnya)

3) Kebebasan untuk mendirikan atau membubarkan perusahaan

4) Sumber Produksi bebas bergerak kemanapun

( Tenaga kerja, modal dan pengusaha diperkenakan untuk pindah ke lokasi alain asal menguntungkan)

5) Pembeli dan Penjual mengetahui satu sama lain dan mengetahui barang yang diperjual belikan

PRODUKSI

Kegiatan yg dapat menimbulkan tambahanmanfaat atau penciptaan faedah baru

  • Faedah bentuk
  • Faedah waktu
  • Faedah tempat

PRODUK

Hasil kegiatan produksi berupa barang

Mempunyai ujud tertentu

Mempunyai sifat fisik kimia tertentu

Ada tenggang waktu pada saat diproduksi dan pada saat dikonsumsi

PRODUKTIVITAS

Perbandingan dari hasil kegiatan yg senyatanya dengan hasil kegiatan yang seharusnya

PROSES PRODUKSI

Metode maupun teknik bagaimana kegiatan penciptaan faedah atau penambahan faedah tersebut dilaksanakan

SISTEM PRODUKSI

Merupakan suatu gabungan dari beberapa unit atau elemen yg saling berhubungan dan saling menunjang untuk melaksanakan proses produksi

Elemen:

  • Lokasi perusahaan
  • Lingkungan kerja
  • SDM

PEMBAGIAN KEGIATAN PRODUKSI MENURUT UTILITY YG DIHASILKAN

  • EKSTRAKTIF
  • AGRARIS
  • INDUSTRI DAN KERAJINAN
  • PERDAGANGAN
  • JASA

PEMBAGIAN MENURUT PENYEDIAANYA

Barang bebas (Free goods)

Barang Ekonomi (Economic goods)

PEMBAGIAN MENURUT DAYA TAHANNYA

Barang tidak tahan lama (Non Durable goods)

Barang tahan Lama (Durable goods)

PEMBAGIAN MENURUT PEMAKAINNYA

Barang Konsumsi (Consumtion goods)

Barang Investasi (Investment goods)

KURVE KEMUNGKINAN PRODUKSI

Menunjukkan berbagai gabungan jumlah barang yang dapat diproduksikan oleh suatu perekonomian

Asumsi:

  1. Barang yang dihasilkan dalam perekonomian terdiri dari dua jenis; Mis: mentega dan senjata
  2. Sumber sumber adalah terbatas
  3. Perekonimian Full employment
  4. Teknologi tidak mengalami perubahan





( Sumber : Bahan Mata Kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi / Dosen : Wahyu Hidayat / FISIP UNDIP )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar